Contohnya, Gerda Yogi Samudra (Program Studi Fashion Design) yang merupakan salah satu anggota dari brand FLOR — UNA mengatakan, “Kesulitan kami adalah menggabungkan dua koleksi jadi satu yang dilihatnya cocok. […] Timeline-nya juga lumayan compact, jadi kami harus pintar-pintar bagi waktu untuk mempersiapkan barang [pakaian dan aksesoris] yang dibawa ke Paris.”
Di sisi lain, Jennifer Marshiela (Mahasiswa Fashion Program) yang mendirikan brand Dragon’s Reverie bersama rekannya Carmela Regina (Mahasiswa Fashion Program) juga menambahkan, “Revisi [desain] adalah bagian yang paling sulit bagi saya karena harus berulang kali, tapi saya senang dengan hasil akhirnya.”
Kata-kata tersebut kemudian ditimpali oleh Carmela dengan komentar, “Secara pribadi, saya paling kesulitan dengan berfokus pada detail untuk tahap brainstorming dan perancangan desainnya. Selain itu, ada juga tantangan mencari kain yang tepat untuk pakaiannya.”
Proses Kurasi Desain yang Komprehensif
Sesungguhnya, persiapan untuk desain pakaian yang ditampilkan pada acara Front Row Paris 2024 sudah berlangsung sejak lama. Hal ini terbukti dari pemaparan Ratna Dewi Paramita M.A. (Head of Fashion Program BINUS University) tentang alur kerja para mahasiswanya.













