Bandung juga, imbuhnya, tempat lahirnya ajaran marhaenisme yang terinspirasi dari sosok petani bernama Marhaen.
“Nantinya para pelari akan melewati rute napak tilas ke tempat-tempat bersejarah yang identik dengan Bung Karno, yakni Gedung Merdeka tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika yang digagas Bung Karno, Penjara Banceuy dan Gedung Indonesia Menggugat,” beber Ono.
“Sehingga dari Napak Tilas Bung Karno di Kota Bandung, kita berharap bahwa sejarah harus selalu menjadi ingatan. Seperti kata Bung Karno, Jas Merah jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” tambahnya.
Dengan tema “Mari Berlari dan Memetik Arti”, Ono berharap Soekarno Run ini menjadi agenda rutin sebagai apresiasi dan menghormati jasa-jasa Bung Karno serta memperingati komitmen bangsa Indonesia untuk kemanusiaan, kesetaraan, dan kemerdekaan.













