Untuk itu, ia menegaskan perlunya upaya mengubah masa depan dengan ikhtiar yang terencana, terarah, dan terukur agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik. Lalu jangan mengabaikan kekuatan do’a untuk memotivasi masa depan, kemudian bertawakkal (berserah dan bersabar) kepada Allah SWT.
Buya Amirsyah juga mengingatkan bahwa, Allah SWT memberikan kelebihan kepada manusia untuk menentukan masa depan yang lebih baik sebagaimana perintah Allah dalam Surat Ar-Ra’d, ayat 11 yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka sendiri mengubah keadaan yang ada pada diri mereka ke arah yang lebih baik.”
Dalam konteks ini, menurut Sekjen MUI, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR Al Hakim).













