“Nuansa batik ini tentunya menjadi sesuatu hal yang baru dengan tujuan, yang pertama adalah ada cinta nasionalisme dalam sisi pakaian,” ucap Rektor.
Yang kedua, sambung Rektor, dengan menciptakan nuansa tidak ada suatu kesenjangan (GAP) antara mahasiswa baru dengan panitia ataupun manajemen kampus selama pelaksanaan PROMABA.
“Diharapkan itu akan menambah nuansa semakin sinerginya mahasiswa baru dengan kampus dalam bentuk yang nanti tercipta suatu kolaborasi dalam membangun kampus,” harapnya.
Membangun kampus, kata Dr. Didin, dalam artian mahasiswa sudah mulai merasa tidak ada jarak dengan manajemen atau pihak kampus.
“Harapannya mereka (mahasiswa) semakin bisa ada suatu kebebasan dalam mengkomunikasikan ide terkait dengan visi kita, kampus akreditasi unggul,” ungkapnya.













