*Cawe-Cawe Urusan Kabinet*
Selain reshuffle kabinet, Jokowi juga terlihat tetap aktif dalam urusan politik di balik layar, termasuk dalam proses transisi pemerintahan. Jokowi secara terbuka menyatakan keterlibatannya dalam membantu pembentukan kabinet Prabowo. Hal ini tentu mengundang pertanyaan mengenai batas-batas wewenang seorang presiden yang akan lengser dengan presiden terpilih. Biasanya, presiden yang sedang menjabat cenderung menjaga jarak dan tidak terlalu banyak ikut campur dalam pembentukan kabinet pemerintah berikutnya, demi menjaga independensi dan kelancaran transisi kekuasaan.
Campur tangan Jokowi dalam peralihan kekuasaan ini daoat disebut sebagai “cawe-cawe politik,” yang menjadi bagian dari dinamika politik transisi kali ini. Ini tentu bukan tanpa alasan. Selama masa kepemimpinannya, Jokowi telah membangun jaringan politik yang luas, termasuk di kalangan elit partai dan pengusaha. Langkah Jokowi ini bisa jadi merupakan upaya untuk memastikan bahwa kebijakan dan kepentingan politik yang telah ia bangun selama dua periode masa jabatannya tetap berlanjut dalam pemerintahan Prabowo.












