Menurut dia, kehadiran Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi solusi nyata atas masalah keterbatasan aksesibilitas yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
“Banyak masyarakat yang sebelumnya harus memutar cukup jauh untuk menuju sawah, sekolah, pasar, atau fasilitas kesehatan. Dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya transportasi berkurang dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar,” ujarnya.
“Dengan akses yang semakin mudah, tentunya kita optimis hal ini akan mampu berdampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Sedangkan untuk program penyediaan air bersih, Danrem menyebut sebanyak 10 titik telah dibangun di wilayahnya yang seluruhnya berada di Kabupaten Ngawi.













