“Teknologi ini sangat membantu. Selain efisien dalam penggunaan pestisida, juga menghemat tenaga kerja. Ini adalah solusi pertanian modern yang harus dikenalkan kepada generasi muda agar lebih tertarik bertani,” ujar Letkol Roy.
Menurutnya, penggunaan alat modern seperti drone menjadi jawaban atas tantangan pertanian di era digital dan dapat membuka peluang regenerasi petani. “Sekarang bertani tidak harus kotor-kotoran, cukup berteduh, pegang remote, hasilnya bisa maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, juga mengapresiasi keterlibatan TNI dalam menjaga ketahanan pangan.
Ia menyebut, kolaborasi ini sebagai contoh konkret gotong-royong antarinstansi demi keberlanjutan sektor pertanian.
“Kami dorong penggunaan drone agar petani lebih mandiri dan efisien. Kehadiran TNI sangat berarti, apalagi saat menghadapi serangan hama yang mendesak seperti sekarang,” ujar Imam.












