Sejalan dengan penguatan organisasi, Presiden juga menekankan pentingnya sistem promosi dan karier berbasis merit system. Menurut Presiden, TNI membutuhkan pemimpin yang kompeten, profesional, dan adaptif. Prajurit juga harus mampu menghadapi perkembangan ancaman, termasuk serangan siber, disinformasi, dan hoaks.
Bagi Korps Marinir, pengukuhan Brigif 6 Marinir dan empat batalyon tersebut bukan sekadar penambahan struktur organisasi. Penguatan satuan harus diikuti kesiapan personel, kemampuan operasional, dan profesionalisme prajurit. Korps Baret Ungu dituntut terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis.
Upacara HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.” Sebanyak 3.378 personel TNI dan non-TNI serta 38 unit Alutsista dilibatkan dalam parade. Pada momentum tersebut, Presiden Prabowo juga meresmikan 204 satuan baru TNI sebagai bagian dari penguatan pertahanan nasional.













