Hadi Siswanto mengungkapkan, rumah kami yang direhab oleh Bapak-bapak TNI bersama warga sekitar memang agak lebih besar dari yang lainnya. Karena mengikuti struktur rumah kami sebelumnya. Selain itu, sisa-sisa bongkaran dari rumah sebelumnya masih bisa digunakan, sehingga tidak merubah ukuran, ungkapnya.
Warga Dukuh Ngipik itu menuturkan, memang lebih banyak tenaga kerja dan lebih lama pengerjaannya pak, apalagi rumah kami dibongkar total dan dibangun baru. “Untuk waktu lengerjaannya, sebelum TMMD dimulai, rehab rumah ini sudah dimulai duluan oleh anggota Kodim dan Koramil Jambon bersama saudara-saudara kami sekitar sini, jadi sekarang sudah bisa mengerjakan ‘empyak’ (struktur atap-red),” pungkasnya. (Red/Pam).













