Sugeng Hariyadi dari BPBD Kabupaten Trenggalek, juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan BPBD dalam menciptakan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
“Kami berkomitmen mendukung penuh kegiatan-kegiatan seperti ini, yang bertujuan membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana,” tegasnya.
Simulasi bencana yang diselenggarakan mencakup penanganan gempa bumi dan kebakaran. Peserta diajari secara langsung langkah-langkah evakuasi dan tindakan penyelamatan yang harus dilakukan. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berlatih dan menguji kesiapan mereka dalam situasi darurat, sehingga dapat meminimalisir risiko dan dampak dari bencana.
Kepala Desa Tanggaran, Jemiyo, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Saya berharap dengan adanya sosialisasi dan simulasi ini, masyarakat Desa Tanggaran menjadi lebih sadar akan pentingnya mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi,” katanya penuh harapan.











