Andri menegaskan, Bung Karno merupakan milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya milik PDI Perjuangan.
Namun sebagai partai ideologis yang lahir dari pemikiran dan ajaran Bung Karno, kader PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan nilai-nilai Marhaenisme, baik secara teori maupun dalam praktik kehidupan sehari-hari.
“Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya milik PDI Perjuangan. Tetapi sebagai kader PDI Perjuangan, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk menjalankan wasiat ajaran Marhaenisme, bukan hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam sarasehan tersebut, narasumber pertama memaparkan rekam jejak perjuangan Bung Karno sejak masa pergerakan nasional hingga menjadi Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.













