Novel “Sang Penatap Matahari” itu sendiri diberi kata pembuka oleh sosok misterius bernama Saray. Dialah yang menceritakan siapa Mogayer Gamil Yahya, tokoh utama novel ini (bukan kebetulan nama penulisnya adalah Muhammad Gunawan Yasni). Melalui Saray, pembaca mengetahui siapa Mogayer serta asal-usulnya.
*Di Ilhami kisah nyata*
Novel setebal 454 halaman dan terdiri dari 12 bagian itu sejatinya diilhami kisah nyata masa lalu, saat ini, dan masa depan penulisnya, seorang pria yang menyebut dirinya “A father to no one” (Ayah dari tak seorang pun) karena Mogayer “divonis” tidak akan bisa memberi keturunan akibat kondisi kesehatan di masa kecilnya, yaitu kelainan pada tulang kakinya.
Mogayer yang pada masa anak-anak cenderung penyendiri, kadang bersembunyi dalam keramaian, menutup diri dan bahkan menghindari cahaya matahari, pada masa remajanya menemukan pucuk-pucuk cintanya pada wanita-wanita luar biasa.













