Untuk itu, pandemi yang membatasi mobilitas masyarakat tidak boleh menyurutkan niat melestarikan dan mengenalkan budaya kepada generasi muda.
“Jelang peringatan kemerdekaan ini, menjadi penyemangat kita untuk bisa menyuarakan merdeka berkarya. Kita adalah bangsa yang tangguh, kreatif, berbudi, dan bermental juara,” ujar Suryandoro.
Dia juga menceritakan, selama pandemi, sanggarnya tidak berhenti untuk berkreasi. Sejumlah kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan platform digital. Sedangkan untuk mendekati kawula muda, sejumlah pendekatan komunikasi juga dilakukan.
“Kami coba memudakan budaya, khususnya wayang. Memudakan, dalam arti mengakrabkan budaya kepada anak muda. Pendekatan yang kami lakukan adalah dengan menjembatani gap generasi dengan cara dan gaya penyajian seni sehingga bisa diterima dan dinikmati oleh anak muda,” jelas dia.











