Lantohe berpikir pasti akan ada sesuatu di sini. Rupanya benar, akhirnya beberapa tahun kemudian ditemukan mata air pertama.
“Tapi yang kemudian jadi pertanyaan. Orang yang memberi tiang adalah pemimpin bangsa. Tapi saya pikir, Pak Karno kan sudah tidak ada. Artinya ada pemimpin bangsa lainnya yang akan hadir di sini. Rupanya Pak LaNyalla, Ketua DPD RI yang hadir,” katanya.
Dalam acara tasyakuran itu LaNyalla hadir didampingi senator Amirul Tamim, Wa Ode Rabia Al Adawiya, Andi Nirwana (ketiganya asal Sultra), Andi M Ihsan dan Lily Amelia Salurapa (Sulsel), Fachrul Razi (Aceh), Sekjen DPD RI, Rahman Hadi dan Staf Khusus Ketua DPD RI, Sefdin Syaifudin.
“Dengan adanya air tanah yang sangat dinanti ratusan tahun, harapan kita semua membawa berkah bagi kehidupan masyarakat dan membawa kemajuan secara ekonomi,” ujar LaNyalla.











