Opini
Oleh : Perwita Sari, S. Si
(Aktivis Muslimah)
BEDAnews – Bukan dikatakan pemuda jika tidak berani menyampaikan aspirasi. Bergerak menuntut sebuah perubahan. Pemuda perannya berfungsi sebagai sosial kontrol dalam masyarakat. Pundaknya menjadi tumpuan masyarakat, karena pemuda sebagai penerus gelombang estafet peradaban.
Namun, semakin bertambahnya zaman. Sangatlah miris melihat pemuda tidak lagi menjadi sosial kontrol justru menjadi trouble maker. Terbukti, adanya aksi nekat siswa SMK di Samarinda ngamuk bawa parang karena tidak terima di suruh gurunya push up saat melakukan kegiatan olahraga raga (kompas.com,1/3/2023).
Fakta di atas menunjukkan gagalnya pemerintah mencetak anak didik yang bermoral. Parahnya kasus di atas tidak cuma satu. Bahkan, kasus serupa sudah banyak mewarnai media sosial dalam negeri. Semakin membuktikan rusaknya generasi saat ini sehingga mencapai titik gawat darurat.












