Miris melihat fakta di atas. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak remaja di negeri ini yang telah terjerumus gaya hidup liberal (bebas). Mereka terjebak dalam jurang pergaulan bebas akibat gaya hidup liberal yang terus-menerus diproduksi, diiklankan, dan ditayangkan baik di televisi, media sosial, maupun layanan internet lainnya. Begitu pula melalui media cetak semisal komik, novel, dll. Semua menyiarkan tayangan dan konten yang membangkitkan syahwat.
Hal ini pun tidak terlepas dari tolok ukur materi oleh para pemilik modal. Mereka melihat bisnis pornografi masih diminati sehingga tentu akan mendulang pundi-pundi rupiah. Tanpa mempertimbangkan dosa dari usaha tersebut hingga dampak buruknya kepada generasi. Walhasil, tumbuhlah generasi rusak seperti cerminan fakta di atas.











