“Jadi kompleksitas tektonik ini memicu, berpotensi memicu terjadinya gempa kerak dangkal atau shell low crustal earthquake, fakta tektonik semacam ini menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan rawan gempa secara permanen, dan dengan karakteristik gempa kerak dangkal atau shell low cluster earthquake ini,” kata Daryono masih pada konferensi pers via zoom, Senin (21/11/2022).
Karena itu lah, lanjut Daryono, gempa di Cianjur yang terjadi hari ini bersifat merusak. Dia menyebut gempa dangkal dengan kekuatan magnitudo 4 hingga 5 bisa merusak secara signifikan. Kerusakan akibat gempa Cianjur pun mengakibatkan banyak korban gempa Cianjur berjatuhan.
Hingga berita ini diturunkan, Korban jiwa meninggal dunia mencapai 62 orang.
Informasi berbagai sumber













