Fidel panggilan akrab untuk Fidelis Giawa, menambahkan, ada di duga banyak problem administrasi dan manipulasi anggaran dalam proyek tersebut.
Misal, jelas Fidel, apakah sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan dengan Pemprov Jabar. “Kalau ada, apa isi MoU-nya,” ujarnya.
Menurut Fidel, hal itu sangat penting karena jika bangunan dan patung tersebut merupakan hibah dari yayasan, maka harus ada serah terima bangunan dan patung tersebut.
Alasanya diungkapkan Fidel, bangunan dan patung tersebut akan melekat, pada lahan aset Pemprov. Jadi ia mengasumsikan akan ada mal administrasi dan nuansa gratifikasi.
Fidel juga menyinggung soal biaya pembangunan monumen plaza Soekarno, seperti disebutkanya, menurut koar-koar Ridwan Kamil hasil swadaya, non APBD dengan nilainya sebesar Rp15 miliar.













