“Di Dusun Makuto ada sekitar 800 KK, kemudian dusun lain terdekat juga sekitar 800 KK. Belum lagi warga lainnya yang lebih memilih melewati akses jembatan ini. Jadi, ini sangat bermanfaat sekali bagi warga,” terangnya.
Sebelum Jembatan Garuda dibangun, masyarakat setempat sebenarnya telah memiliki jembatan swadaya yang dibangun secara gotong-royong. Namun, kondisi jembatan tersebut dinilai sudah tidak memadai dan kurang aman untuk dilalui.
Sementara itu, Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ, Mayor Arm Timbul Mudjihartoyo menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda salah satunya ditujukan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Seperti di Desa Bareng ini, Jembatan Garuda yang kita bangun menggantikan jembatan swadaya yang selama ini dibangun warga. Jembatan yang dulu itu sangat rawan untuk dilalui, karena kondisinya goyang-goyang dan tidak ada pembatas di kanan maupun kiri jembatan,” katanya saat meninjau lokasi.













