“Tentu memungkinkan terciptanya partisipasi dari warga untuk mendukung pembangunan ruang kelas baru. Kerja sama antara komite sekolah dengan masyarakat ini memang seringkali selalu ada pro dan kontra. Tetapi kalau kita betul-betul untuk siswa, manfaatnya luas, tanpa paksaan, dan dikerjakan profesional, insyaallah ini bisa berjalan dengan sendirinya dan meraih keberkahan,” tutur Tedy.
Tedy berpesan kepada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kota Bandung agar bisa menjadi penopang anak-anak muda untuk mencintai masjid. Bagi Tedy, sekolah memiliki pengaruh besar untuk menanamkan semangat anak muda ke arah yang lebih baik.
“Saya mohon kepada MIN, banyak anak kami dibekali agar selepas MIN mereka tetap suka ke masjid. Awal anak meninggalkan masjid karena orang tuanya yang permisif. Mudah-mudahan lulusan MIN tetap memiliki keterikatan dengan masjidnya, karena siswa dididik dan disiapkan tidak hanya iptek tapi juga imtak (iman dan takwa) sebagai fondasi anak-anak di kemudian hari,” katanya.










