Di ujung orasi ilmiahnya, Terawan mengungkit tentang kemandirian dan kedaulatan vaksin di Indonesia untuk mengatasi Pandemi COVID-19.
Dalam hal ini, ia menyampaikan tentang pengembangan Vaksin Nusantara alias Vaknus yang dilakukan tim peneliti di bawah komandonya.
Vaksin berbasis sel dendritik adalah salah satu metode vaksin yang tergolong baru dikembangkan. Vaksin Nusantara dibuat dari sel yang berasal dari tubuh sendiri atau autolog sehingga efek sampingnya minimal.
Aplikasi sel dendritik sebagai pemicu imunitas sebagian besar dikembangkan sebagai imunoterapi keganasan, seperti kanker pankreas dan kanker paru. Dari rangkaian penelitian, sel dendritik dapat memicu respons imun seluler terutama melalui sel T CD8+. Metode ini aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berat. Kejadian tidak diinginkan pun terbatas pada reaksi lokal dan sistemik ringan seperti nyeri pada bekas injeksi. Tidak terdapat kejadian tidak diinginkan serius yang dihubungkan dengan penggunaan vaksin sel dendritik. Uji klinis fase I dan II juga menunjukkan hal serupa.










