Dia melanjutkan, baik pandemi maupun perang adalah peristiwa yang memiliki konsekuensi biologis, politik dan sosial. Virus Corona mengingatkan semua negara bahwa peperangan di abad ke-21 telah berubah dan menempatkan kesehatan militer pada dimensi lain, yaitu bagian terdepan dan terpenting. Pertarungan melawan virus memberikan peluang untuk mengkaji ulang doktrik, praktik serta kebijakan militer yang ada.
Dijelaskan lulusan S3 Universitas Hasanuddin ini, salah satu alasan kesehatan militer dipanggil untuk menanggapi pandemi COVID-19 adalah karena militer memiliki keunggulan yaitu sistem penanganan kesehatan terintegrasi yang siap digunakan. Sistem kesehatan ini memiliki keunggulan dalam menanggapi pandemi berupa gelar cepat struktur kesehatan, jaringan dan keahlian logistik serta personel yang terlatih dan siap digerakkan untuk menangani krisis kesehatan yang kompleks baik dalam skala besar dan kecil.










