Kehadiran Prof. Deni Miharja memiliki makna historis, mengingat ia merupakan pendiri sekaligus Editor-in-Chief pertama Religious. “Capaian ini hasil proses panjang, bukan kerja sesaat. Internasionalisasi jurnal menuntut kesabaran, kualitas tata kelola, dan keberanian berbenah. Religious memberi contoh bahwa kerja akademik yang dirawat serius akan menemukan pengakuannya,” tuturnya.
Busro, Editor-in-Chief Religious yang juga Ketua Divisi Pengelolaan Jurnal Rumah Jurnal UIN Bandung, menyebut penerimaan ini hasil pembenahan mendasar pada identitas keilmuan, penguatan manajemen editorial, dan perluasan jejaring internasional.
“Penerimaan di Scopus adalah amanah besar. Ini bukan titik akhir, melainkan awal tanggung jawab untuk menjaga mutu, memperluas jejaring, dan memastikan setiap artikel memberi kontribusi ilmiah yang kuat. Kami memaknai capaian ini sebagai hasil dukungan institusi, kerja keras editor, reviewer, penulis, serta semua pihak yang membersamai perjalanan Religious,” katanya.













