Masyarakat setempat menyambut baik upaya renovasi tersebut. Gereja yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi warga di sekitarnya. Dengan adanya rehabilitasi, diharapkan kenyamanan dan keamanan jemaat dalam beribadah akan semakin meningkat.
Program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga menyentuh aspek nonfisik seperti penyuluhan kebangsaan, kesehatan, dan pembinaan masyarakat. Dansatgas menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program ini.
“Kegiatan TMMD ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan di daerah terpencil. Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, bisa merasakan manfaat dari program ini,” tambahnya.
TMMD ke-124 Kodim 1710/Mimika dijadwalkan berakhir pada 04 Juni 2025, dengan target menyelesaikan seluruh proyek pembangunan dan kegiatan sosial yang telah direncanakan. (*)











