Pertama, Dampak terhadap Identitas dan Peran Seksual Anak. Absennya ayah dalam kehidupan anak akan membawa berbagai dampak yang cukup berarti bagi perkembangan seksual maupun identitas seksual anak. Pada anak laki-laki, hubungan yang sangat dekat dengan ibu dikombinasikan dengan hubungan yang renggang dengan ayah akan menyebabkan terjadinya gangguan identitas gender9. Bila ditelusuri, kurangnya model kepriaan, sebagaimana yang terjadi bila ayah jarang hadir dalam kehidupan anak, akan membuat identifikasi anak laki-laki lebih kuat kepada figur kewanitaan. Hal ini dinyatakan antara lain oleh Peggy,dkk.1994).
Dalam hal perilaku seksual, absennya ayah akan cenderung membuat anak laki-laki mencari laki-laki lain sebagai pasangan seksualnya. Di lain pihak, anak perempuan tanpa kehadiran ayah mengembangkan kebutuhan yang luar biasa akan penegasan pria akan keberadaan dirinya. Sedemikian besar kebutuhan anak perempuan ini sehingga ia cenderung melemparkan dirinya pada laki-laki. Selain itu anak perempuan mungkin akan melakukan aktivitas seksual dengan banyak pasangan (promiskuitas).( Rekers, 1986).













