Menurut Razikin, di bawah kepemimpinan Zulhas, PAN tidak hanya fokus pada agenda elektoral, tetapi juga memperkuat fungsi partai sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Pendekatan tersebut membuat PAN tetap relevan di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.
Ia menilai, tantangan PAN ke depan adalah menjaga keseimbangan antara merawat basis politik tradisional dan memperluas basis dukungan baru. Basis utama PAN, yakni warga Muhammadiyah, harus tetap menjadi fondasi politik yang dijaga melalui kaderisasi dan komunikasi yang berkelanjutan.
“PAN lahir dari semangat reformasi yang memiliki kedekatan historis dengan Muhammadiyah. Basis ini harus terus dirawat sebagai fondasi politik partai,” katanya.













