Sejumlah mahasiswa mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan. Ada yang ingin memperoleh penghasilan tanpa mengganggu perkuliahan, membangun bisnis sendiri agar lebih mandiri dari orang tua, hingga mengembangkan pengalaman dan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Dari Pencari Peluang Menjadi Pencipta Peluang
Perkembangan teknologi telah mengubah batas antara ruang belajar dan ruang usaha. Ponsel yang setiap hari berada dalam genggaman dapat menjadi etalase. Media sosial dapat menjadi ruang pemasaran. E-commerce dapat mempertemukan produk dengan konsumen tanpa dibatasi ruang. Karena itu, mahasiswa tidak harus menunggu toga dikenakan untuk mulai belajar menjadi pelaku usaha.
Masa kuliah justru dapat menjadi laboratorium kehidupan: tempat mencoba, gagal, memperbaiki strategi, membangun jejaring, lalu mencoba kembali dengan pengetahuan yang lebih baik.













