Menurutnya, hambatan terbesar seseorang untuk berkembang tidak selalu berasal dari kurangnya kesempatan, melainkan dapat muncul dari belief system yang membatasi dirinya sendiri.
“Banyak dari kita masih memiliki belief system yang menghambat pertumbuhan. Ibarat mobil, kita menekan gas sekuat-kuatnya, tetapi handbrake masih ditarik. Hari ini kita lepaskan handbrake itu. Kita dampingi mahasiswa untuk berani menulis sejarahnya sendiri dengan sebuah lompatan,” kata Suyanto.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dan teriakan “MERDEKA!” dari mahasiswa, membuat suasana ruangan semakin penuh energi. Namun pesan yang dibawa lebih dalam dari sekadar membangun bisnis. Mahasiswa didorong untuk berani mengubah pola pikir: dari menunggu kesempatan menjadi menciptakan kesempatan.













