
Perayaan Natal diawali dengan Drama Natal, kesaksian jemaat, kesan – kesan Natal, penampilan puji – pujian dari Koor Pemuda JKI-GKPR. Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan Khotbah Natal yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Yefta Mangoli dengan judul Khotbah Natal, Kabar Suka Cita: Terang Bercahaya Di dalam Kegelapan. Rangkaian Ibadah Natal diakhiri pembacaan firman Tuhan, do’a, serta perenungan Natal yang menuntun jemaat untuk kembali memusatkan hidup pada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Sementara Pembina JKI-GKPR, Hengky Jita menjelaskan bahwa, Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat jalan yang terang dan besar, mereka yang diam di negeri kekelaman, kepada mereka terang telah bersinar” (Yesaya 9:1). Ayat ini menegaskan bahwa Kristus adalah terang sejati yang menembus kegelapan dosa, keputusasaan, dan keterpisahan manusia dari Allah. Sukacita Natal berakar pada kepastian bahwa keselamatan berasal dari Tuhan, bukan dari usaha manusia, dan diberikan kepada umat-Nya sebagai anugerah yang cuma – cuma.













