Pama TNI AD itu pun mengungkapkan, pengecekan semacam itu akan dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Melalui upaya itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anggota supaya tidak ada yang terlibat judol dan pinjol.
“Mudah-mudahan setelah kita laksanakan pengecekan ini, nanti anggota menyadari bahwa judol sangat merugikan dan banyak dampak negatifnya,” sebutnya.
“Kita juga berharap mudah-mudahan tidak ada anggota jajaran Korem 081/DSJ yang terlibat judol dan pinjol,” tambahnya.
Terlepas dari itu, Pamuji menyebut juga telah memberikan imbauan untuk mewaspadai berbagai bentuk aplikasi yang tidak dikenal.
“Kita tadi juga menekankan untuk mewaspadai aplikasi yang tidak bertuan. Apabila ada yang mengirimkan APK jangan langsung dibuka, kita kroscek dulu siapa pengirimnya. Terus kemudian kita tanyakan apakah APK tersebut resmi atau tidak. Karena takutnya jangan sampai nanti HP kita dibajak, data kita dicuri, kemudian disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak baik,” terangnya.













