Namun saat tsunami melanda, kendaraan ini terseret sejauh ratusan meter dari pangkalannya dan terjebak di antara puing-puing bangunan.
“Masyarakat setempat mengenalnya sebagai ‘Ranpur Tsunami’ karena keberadaannya yang menjadi saksi bisu dari tragedi kemanusiaan tersebut,” ungkapnya.
Sebelum pelaksanaan pemindahan, Dandenpal IM/2 Meulaboh memimpin apel pengecekan personel dan materiel guna memastikan kesiapan teknis dan keamanan dalam pelaksanaan serpas (pergeseran pasukan dan perlengkapan).
Proses pemindahan ini turut dikawal oleh kendaraan pengamanan Polisi Militer untuk menjamin kelancaran dan keselamatan selama perjalanan menuju Banda Aceh.
“Perhatikan faktor keamanan dan patuhi rambu lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan,” tegas Dandenpal dalam arahannya kepada seluruh personel yang terlibat.











