Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan foto bersama, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan sekaligus pembukaan Rakernispen oleh Kadispen Kormar, paparan materi dari Adam Raditya N. selaku Praktisi media sosial yang membahas strategi komunikasi digital, penguatan branding institusi, pengelolaan opini publik, serta optimalisasi media sosial dalam menghadapi tantangan perang informasi sampai dengan perang kognitif di era digital, sesi diskusi dan tanya jawab, penyampaian kebijakan pimpinan serta program kerja bidang penerangan hingga penarikan kesimpulan, arahan, dan penutupan.
Dalam arahannya, Kadispen Kormar menegaskan bahwa di era ketika media sosial telah berkembang menjadi battlespace, fungsi penerangan harus berevolusi, tidak lagi hanya sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai pelaksana operasi informasi terbatas yang mampu menjaga kredibilitas, kepercayaan publik, dan reputasi institusi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan komunikasi publik dan diseminasi digital, pembinaan mental, moral, serta motivasi prajurit, disertai peningkatan kemampuan pemantauan media, analisis isu strategis, dan pelaksanaan *counter opinion* terhadap berbagai framing negatif yang berpotensi merugikan institusi.













