Sementara, Jacobus K Mayong dalam keterangannya menegaskan perlunya mengumpulkan kembali suara-suara masyarakat yang terpinggirkan.
Mantan Wasejekjend PDI Perjuangan itu menilai bahwa FPD merupakan bagian dari komitmen untuk memajukan Indonesia.
“Front Pejuang Demokrasi bukanlah kader PDIP, tetapi simpatisan yang berkomitmen memperbaiki keterpurukan bangsa,” kata pria yang akrab dipanggil Mayong itu.
Ia mengajak kepada para anggota FPD untuk memahami bahwa marhaenisme adalah perjuangan untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan.
“Bayangkan seorang tukang tambal ban yang bertahun-tahun berjuang untuk memiliki rumah. Itulah realitas yang harus kita rasakan,” katanya.
Mayong juga mengkritik kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia.
Ia pun menyoroti data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan 25,22 juta orang hidup dalam kemiskinan, dengan pengeluaran rata-rata hanya Rp 535.547 per kapita per bulan.










