Abdul Mujid, salah seorang pengemudi ojol yang turut menerima paket bantuan, mengeluhkan sulitnya mendapat order alias pesanan ojek. Istrinya hanya ibu rumah tangga.
“Aah sangat melelahkan, biasanya kita setiap hari dapat 200 ribu, sekarang nyari gocap (Rp 50 ribu) aja susah,” tutur warga Pademangan ini di markas PWI Jaya.
“Ya keliling-keliling nggak dapat, sekalinya dapat isi bensin lagi satu liter 10 ribu,” sambungnya.
Ayah dua anak ini mengaku sudah dua minggu lebih belakangan merasakan orderan menurun drastis.
Ia terpaksa menyiasati dengan makan terlebih dahulu di rumah. “Kecuali orderan jauh kita makan di luar, beli di warteg,” jelasnya.
Abdul berterima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya melalui PWI Jaya Peduli. “Alhamdulillah seneng,” ucapnya.












