Tak lupa, jebolan Akademi Militer tahun 1996 ini menyampaikan penekanan untuk tetap menjaga faktor keamanan selama latihan berlangsung. “Medan latihan yang akan kita lalui memang relatif aman, namun saya tetap tekankan ulang agar semua prajurit tetap fokus dan menjaga keamanan masing-masing, jangan sampai terjadi insiden sekecil apapun. Latihan kita berhasil, apabila semua rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan aman,” tegasnya.
Setelah pengarahan selesai, dilanjutkan dengan senam pemanasan, prajurit Pussimpur pun kemudian memulai latihan jelajah medan berjalan kaki sejauh tidak kurang dari lima kilo meter dengan menggunakan Ransel protap dan topi rimba dari pintu IV Tahura. Prajurit ini akan menyusuri jalan yang diperkeras menuju ke Gua Belanda.












