Terdapat pula narasi yang seakan-akan disampaikan seorang prajurit TNI AD berpangkat Kolonel. Kolonel tersebut memakai masker sehingga tidak terlihat gerak mulutnya. Dipastikan, kalimat yang diucapkan bukan dari mulut Kolonel tersebut. Penyuntingan (editing) yang dilakukan oleh editor Menara Istana membuat Kolonel tersebut seolah-olah mengucapkan yang dinarasikan.
Puspen TNI menyayangkan beredarnya segala bentuk berita yang direkayasa dan bohong. Berikut pernyataan Puspen TNI terhadap video tersebut,
1. Puspen TNI menyatakan dengan pasti bahwa video “di pimpin langsung panglima yudo Margono !! ribuan TNI resmi deklarasikan Anies presiden 2024” adalah tidak benar atau hoaks.
2. Video tersebut menggabungkan tiga peristiwa di tempat dan waktu yang berbeda yaitu kegiatan Laksamana Yudo Margono beserta prajurit TNI AL dari korps marinir di JICT Tanjung Priok, video prajurit TNI AD, serta video kegiatan Anies Baswedan di Kopassus.
3. TNI meminta kepada pihak MI (Menara Istana) selaku pemilik produk video, segera menjelaskan kepada publik dan menyampaikan permohonan maaf kepada TNI dan publik. TNI juga meminta Menara Istana menghapus video tersebut.
4. TNI berharap, masyarakat lebih jeli dan hati-hati dalam mengonsumsi informasi yang beredar di semua jenis media, termasuk media sosial.
5. Semua prajurit TNI netral dalam Pemilu.












