“Prinsipnya anak-anak senang bertemu dengan temannya di sekolah,” ujar Yana.
Ia menegaskan protokol kesehatan menjadi acuan penting dalam pelaksanaan PTM.
“Alhamdulilah saya lihat penyelenggaraan protokol kesehatan baik. Sifnya berjalan baik. Tadi juga saya berkesempatan meyampaikan karakter virus Covid-19 dengan pemahaman mereka,” ujarnya.
“Tetap laksanakan protokol kesehatan berbagai aktivitas dengan normal adaptasi kebiasaan baru,” tururnya.
Yana menegaskan tidak boleh ada sekolah yang memaksakan PTM 100 persen jika belum memenuhi syarat.
“Tidak boleh, kalau itu sudah ada SOP-nya, regulasi dan pengawasannya ada di Disdik. Harus hati-hati, ” katanya.
Sementara itu, salah satu siswa SD Babakan Tarogong, Ardi (12) merasa senang dengan PTM kali ini. Ia bisa bertemu teman dan terpenting ketika belum mengerti dalam pembelajaran ia bisa langsung bertanya.













