“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika semua pihak bergerak, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Abdullah Kamil, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat dan berkelanjutan. Ia menyebut keterlibatan petani, UMKM, serta penyedia pangan lokal menjadi bagian penting dari strategi nasional.
“Kami ingin program ini memberi manfaat ganda. Bukan hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga mendukung ekonomi lokal,” ujarnya.
Sosialisasi program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya gizi seimbang. Melalui kerja sama berbagai pihak, pemerintah optimistis bahwa kualitas kesehatan masyarakat akan semakin membaik dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.











