Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program ini secara nasional. Menurutnya, MBG memiliki dampak luas, tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada aspek ekonomi masyarakat.
“Serapan tenaga kerja di negara kita saat ini cukup memprihatinkan akibat kondisi ekonomi global. Melalui program ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Teti menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam mendukung keberhasilan program ini. Ia mendorong agar pasokan bahan pangan dalam MBG mengutamakan produk lokal guna memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengurangi ketergantungan impor.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah berbagi informasi terkait implementasi program MBG, termasuk manfaatnya bagi peserta didik maupun kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan gizi serta mendorong terciptanya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.













