Menurutnya, isu kekurangan gizi adalah tantangan global yang membutuhkan perhatian serius, termasuk di Indonesia.
“Program MBG dirancang berdasarkan empat prinsip utama, yaitu pemenuhan kebutuhan energi, keseimbangan zat gizi, kebersihan, dan keamanan pangan,” ujarnya.
Teguh menekankan bahwa menu MBG telah disusun sesuai dengan kebutuhan gizi anak dan kelompok rentan agar manfaat program dapat dirasakan optimal.
Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif memberikan masukan dan menyampaikan pengaduan melalui kanal resmi agar pelaksanaan program semakin profesional dan akuntabel.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Tegalrejo, Agung Prambodo, menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak merupakan kunci keberhasilan implementasi Program MBG di tingkat daerah.












