“Pemenuhan gizi bukan hanya soal makanan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas manusia Indonesia. Anak-anak yang tumbuh dengan gizi seimbang akan memiliki kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi tantangan masa depan,” tutur Edy Wuryanto.
Ia juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik menjadi kunci dalam memutus mata rantai permasalahan gizi. Menurutnya, Program MBG hadir sebagai bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap kelompok sasaran memperoleh akses pangan bergizi yang layak dan berkelanjutan.
Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, SE, menjelaskan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada aspek konsumsi, tetapi juga edukasi gizi dan penguatan ketahanan masyarakat. “MBG dirancang dengan prinsip kecukupan gizi, keamanan pangan, dan kebersihan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pelaksanaannya,” jelasnya.










