“Setiap SPPG rata-rata hanya mampu melayani sekitar 3.000 orang. Jadi ke depan masih perlu ditambah jumlahnya (SPPG) yang disesuaikan dengan jumlah target penerima manfaat di masing-masing wilayah. Ini yang akan terus kita dukung dan pastikan ke depannya,” ujarnya.
Untoro mengungkapkan, program makan bergizi yang sudah berjalan tidak hanya menyentuh para pelajar, namun juga balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.
Tak kalah pentingnya, menurutnya, program ini juga untuk mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan baku program makan bergizi yang akan memperkuat ekonomi lokal.
Secara umum, Untoro menjelaskan, program yang diluncurkan sejak awal tahun 2025 itu, bertujuan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia.












