“Di program Desa Bestari ini kami melihat potensi dari kolaborasi pentahelix yang sangat diperlukan sehingga menjadi satu kesatuan gerak pemanfaatan sampah sebagai sumber daya ekonomi melalui sirkular ekonomi hingga mendorong masyarakat lebih peduli atas permasalahan sampah di lingkungan sekitar”jelas Nurlida.
Acara kolaborasi ini, kata Nurlida, sangat konstruktif dengan adanya keterlibatan DLH Jabar, Dinas dan Kabupaten Bandung, Dinas Pendidikan, Pemerintahan Kecamatan dan Desa, komunitas serta element masyarakat.
Sementara Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas dalam sambutannya menyambut baik kegiatan pengelolaan sampah organik yang di dukung CCEP Indonesia di di Desa Linggar> Menurutnya penanganan permasalahan sampah yang ada perlu dukungan seluruh element masyarakat. Dan pengelolaan sampah organik melalui biokonversi maggot merupakan salah satu solusi yang tepat mengingat struktur sampah yang ada adalah 70 persen sampah organik, 20 persen sampah anorganik dan 10 persen sampah B3 lainnya.













