Prof. Zudan juga mendorong seluruh peserta asesmen untuk menampilkan kemampuan terbaiknya selama proses asesmen berlangsung.
Ia optimistis, para peserta yang telah berpengalaman menduduki jabatan struktural maupun fungsional dan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mengikuti tahapan seleksi ini.
Di samping itu, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN, Mohammad Ridwan, memastikan seluruh proses teknis akan berjalan objektif, transparan dan akuntabel hingga penetapan hasil akhir.
Untuk proses asesmen sendiri, BKN melalui Pusat Penilaian Kompetensi ASN menggunakan metode kompleks terhadap proses asesmen ini dengan melibatkan lima asesor. Rangkaian simulasi meliputi Analisis Kasus (ANKAS), Presentasi, _Leaderless Group Discussion_ (LGD), Wawancara Kompetensi dan Psikometri. (Red).












