Seminar Moderasi Beragama yang mengambil tema “Penguatan Moderasi Beragama untuk Membentuk Generasi JUARA Rahmatan lil ‘Alamin” ini diikuti dengan antusias sekitar 1000 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Nasaruddin Umar hadir sebagai pemateri utama. Sebelumnya, beliau sempat hadir secara daring dalam kegiatan serupa. Dalam paparannya, Prof. Nasar menekankan bahwa substansi yang tidak bertentangan dengan Islam adalah bagian dari Islam itu sendiri. “Jangan terperdaya terhadap citra buruk yang ditampilkan oleh media atau filosofi dari bangsa lain. Sesungguhnya agama yang diridhai dan diterima di sisi Allah SWT adalah agama Islam,” tegasnya.
Prof. Nasar juga menyoroti pentingnya belajar dari berbagai peradaban, termasuk China. Ia mengutip pepatah, “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China,” yang mencerminkan anjuran Nabi Muhammad SAW untuk terus mencari ilmu, bahkan dari tempat yang jauh sekalipun. Menurutnya, Islam adalah ideologi terbuka yang mengakomodasi berbagai pengetahuan dan seni, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang memiliki asisten non-muslim, Salman Al Farisi (saat awal bersama Rasulullah), yang berperan penting dalam mempertahankan kota Madinah pada perang Parit.













