Setiap tanggal 21 April kita selalu ingat dengan perjuangan seorang perempuan (perempuan berasal dari kata “empu”) dari kota Jepara bernama Raden Ajeng Kartini. Kartini adalah perempuan yang tangguh dan gigih dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Jika bukan karena perjuangan RA Kartini rasa-rasanya sulit bagi Prof. Enny menjadi hakim MK.
Bila bukan karena perjuangan RA Kartini pula, mana mungkin Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan RI dan Tri Rismarini menjadi Menteri Sosial RI.
Sementara itu jika ditilik konstruksi sosial di masa lalu, wanita hanya dianggap sebagai “konco wingking” atau temen di belakang yang tugasnya hanya di dapur saja. Akan tetapi di kemudian hari zaman telah berubah. Di negeri kita, wanita bukan hanya pernah menjabat menteri namun juga sebagai Presiden RI, yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri: satu-satunya tokoh perempuan dan ketua umum partai politik yang concerned dengan MK. Lembaga ini lahir saat beliau menjadi Presiden RI. Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI adalah prestasi puncak dan membanggakan yang diraih oleh kaum perempuan di negeri ini.













