Debat calon rektor menjadi puncak dari seleksi, di mana ketiga kandidat memaparkan strategi unggulan untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi jarak jauh dan memperkuat posisi global UT di era disrupsi digital.
Rektor UT saat ini, Mohamad Yunus, turut mengapresiasi proses pemilihan rektor yang untuk pertama kalinya digelar di bawah mekanisme MWA.
“Proses ini berlangsung dengan sangat elegan, partisipatif, dan penuh transparansi,” katanya.
Ketua PPR UT, Prof. Paulina Pannen, menekankan bahwa, rektor terpilih diharapkan mampu menjadi “bintang” yang membawa UT menuju masa depan pendidikan tinggi berbasis digital.
“Kami menaruh harapan besar kepada Prof. Ali Muktiyanto, untuk memperkuat inovasi pembelajaran daring, memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok negeri dan luar negeri, serta memberi kontribusi nyata bagi pendidikan tinggi nasional,” ujarnya.













