A.Rusdiana menjelaskan bahwa dalam Al-Quran Surah Luqman; 20 ada 4 hal perlu disingkap:
Pertama: Pengetahuan dan Pembelajaran; Al-Qur’an mendorong manusia untuk mempelajari hal-hal baru dan memperluas perspektif mereka. Allah memerintahkan manusia dengan pena dalam (Q.S. al-‘Alaq [96]:1-5), mengajarkan mereka sesuatu yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Ini menyoroti pentingnya pembelajaran dan penemuan baru dalam kemajuan umat manusia
Artinya: “ Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan menausia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-‘Alaq/96:1-5)
Makna istilah iqra’ yang pertama adalah menghimpun. Istilah ini mencakup berbagai konsep, termasuk menyampaikan, mempelajari, menyelidiki, mempelajari ciri-ciri sesuatu, dan membaca, baik teks maupun non-teks. Menariknya, ayat ini tidak menyebutkan objek yang akan dibaca, menyiratkan bahwa al-Qur’an menginginkan para pengikutnya untuk membaca apa pun selama berada di koridor bismi rabbik (dengan nama tuhanmu). Qurais Syihab memandang. Iqra’ adalah mempelajari, meneliti, mendalami, dan memahami ciri-ciri sesuatu: alam, tanda-tanda zaman, sejarah, dan diri sendiri, baik tertulis maupun tidak. Akibatnya, objek perintah iqra’ mencakup semua yang dapat diakses.













