“Kita tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan dalam pergolakan ekonomi global,” ujar Sri Mulyani.
Ia menambahkan bahwa angka kemiskinan ekstrem yang sempat naik akibat pandemi COVID-19 telah kembali turun bahkan di bawah tingkat sebelum pandemi.
Pada tahun 2019, angka kemiskinan ekstrem berada di 9,4 persen, kemudian naik menjadi 10,14 persen pada puncak pandemi, tetapi saat ini berhasil ditekan hingga 9,03 persen.
Pencapaian ini tidak terlepas dari kebijakan ekonomi Jokowi yang fokus pada pemerataan pembangunan dan perlindungan sosial.
Bank Dunia juga mengakui keberhasilan Indonesia dalam mengurangi kemiskinan ekstrem, di mana konsumsi masyarakat lapisan bawah meningkat hingga 5,5 persen di era kepemimpinan Jokowi. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah telah memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan.













