Deny meyakini di dalam tata ruang itu ada berbagai disiplin ilmu dan Kota Bandung memiliki segalanya. Namun yang diherankannya semakin ke sini tata ruangnya semakin tidak beraturan. “Coba lihat, kabel-kabel semrawut mengganggu keamanan dan kenyamanan di jalan. Seharusnya Pemerintah Kota menyediakan tempat (ducting) bagi kabel-kabel itu supaya aman dan tidak merusak pemandangan dan itu bagian dari tata ruang,” ucapnya.
“Ketika jaringan kabel itu terputus akan berimbas pada perbankan, telekomunikasi maupun yang lainnya dan ujung-ujungnya berpengaruh pada roda ekonomi,“ imbuhnya.
Bukan hanya itu, Deni pun menyoroti pedestrian (trotoar) di Kota Bandung yang kini banyak yang beralih fungsi menjadi lahan untuk berjualan pedagang kaki lima (PKL).
“Coba lihat sekarang kondisi pedestrian banyak yang sudah beralihfungsi menjadi sarana untuk PKL berjualan. Ini kan sudah merampas hak para pejalan kaki. Jadi sekali lagi saya tegaskan kalau pemerintah Kota Bandung telah gagal memanfaatkan tata ruang sebagaimana mestinya,” tegasnya.













